RENUNGAN-1
TINDAKAN – IMAN , KEJADIAN
22:1-19
Sebuah kelompok doa syafaat di Kansas ingin
berdoa untuk meminta hujan setelah kemarau berkepanjangan. Menariknya, saat
mereka berkumpul bersama untuk berdoa, hanya seorang gadis cilik yang datang
dengan membawa payung! Inilah teladan iman. Tuhan Yesus memberitahukan
salah satu sikap doa yang berkenan di hadapan Allah adalah dengan percaya bahwa
kita telah menerimanya. Kita tidak diperintahkan untuk menipu diri, melainkan
percaya.
Orang mungkin akan menganggap kita gila.
Perbuatan kita mungkin dianggap ekstrem, namun percayalah selama kita
melakukannya karena iman kita kepada Tuhan, sesuai perintah-Nya - “...maka hal
itu akan diberikan kepadamu.” Bukankah Nuh juga
dianggap gila oleh orang-orang sebangsanya, bayangkan 100 tahun Nuh
membangun bahtera sebelum air bah benar-benar dicurahkan oleh Tuhan.
Barangkali Abraham akan dianggap gila bila
orang lain tahu dia akan mengorbankan anaknya sendiri. Namun apa ucapan Abraham
kepada hambanya sebelum dia mendaki Moria. "Tinggallah kamu di sini dengan
keledai ini; aku beserta anak ini akan pergi ke sana; kami akan sembahyang,
sesudah itu kami kembali kepadamu." Dan ketika Ishak menanyakan tentang
dimana dombanya, maka jawab Abraham adalah "Allah yang akan menyediakan
anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku." Dan tepat seperti
perkataan dan harapannya, maka Tuhan melakukannya kepada Abraham.
Iman harus disertai tindakan. Kita tidak
bisa berkata kepada Tuhan, aku percaya pada-Mu tetapi lakukanlah dulu mujizat
itu dalam hidupku - barulah aku bisa percaya. Iman harus kita buktikan lewat
sikap dan tindakan kita, mengambil langkah untuk taat meski keadaan nampaknya
masih tetap sama. Ketika kita berdoa, bersikaplah seakan kita sudah
menerimanya. Ambillah langkah iman dan perkatakan iman kita setiap hari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar